Senin, 12 Juli 2021

laporan bacaan 10

 

Bismillah

Nama: Muhammad Rendi

Nim: 11901099

Makul: MAGANG 1

Tugas Laporan Bacaan

   

Assalamu’alaikum

Identitas Buku:

Buku                : INOVASI MODEL PEMBELAJARAN; Sesuai Kurikulum 2013

Penulis             : Nurdyansyah, S.Pd., M.Pd dan Eni Fariyatul Fahyuni. M.Pd.

Penerbit           : Nizamia Learning CenterSidoarjo

Cetakan           : Cetakan pertama, Mei 2016

 

Alhamdulillah, saya masih bisa diberi nikmat sehat untuk mengerjakan laporan bacaan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mingguan dari mata kuliah Magang 1. Membaca dan menulis dalam laporan merupakan bagian penting untuk mahasiswa sebagai latihan dalam menulis skripsi nantinya.

            Pada kesempatan kali ini saya memberikan hasil laporan bacaan saya dengan buku yang berjudul INOVASI MODEL PEMBELAJARAN; Sesuai Kurikulum 2013 yang dikarang oleh Nurdyansyah, S.Pd., M.Pd dan Eni Fariyatul Fahyuni. M.Pd. buku ini terbagi menjadi 9 bab pembahasan yang meliputi:

1)      KONSEP PEMBELAJARAN DALAM KONTEKS KURIKULUM 2013

2)      MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

3)      MODEL CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING

4)      MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

5)      MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

6)      MODEL PAKEM

7)      MODEL PEMBELJARAN E-LEARNING

8)      MODEL PEMBELAJARAN INKUIR

9)      MODEL PEMBELAJARAN VC

Dari ke 9 bab pembahasan tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan laporan bacaan saya, pada bagian bab 1 dan 2 mengenai  konsep pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013 dan model-model pemebelajaran.

Pada bab 1 penulis menjelaskan 3 poin penting yang pertama makna pembelajaran, Istilah pembelajaran dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang behavioristik, Pembelajaran dari sudut pandang teori kognitif dan Pembelajaran dari sudut pandang teori interaksional.

belajar pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru. Menurut Sudjana (1989) belajar merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang harus dikembangkan guru, yaitu tujuan, materi, strategi, dan evaluasi pembelajaran. masing-masing komponen tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain

Joyce & Weil (1980) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Dalam interaksi pembelajaran di kelas, baik pengajar maupun peserta didik mempunyai peranan yang sama penting.

Pembahasan yang kedua Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hokum atau prinsip melalui tahapan-tahan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), Merumuskan masalah, me3ngajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikannya (Hosnan, 2014).

Pembahasn yang 3 adalah tantangan Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Strategi pembelajaran Pemberlakuan kurikulum 2013 akan menghadapi banyak tantangan yang berkenaan dengan guru, waktu, TIK, bahan ajar, penilaian dan strategi pembelajaran.

Pada bab 2 penulis menjelaskan 5 poin penting sebagai berikut:

1)      Pengertian Model Pembelajaran

istilah model pembelajran amat dekat dengan strategi pembelajaran. Sofan Amri (2013) dalam bukunya mendefinisikan strategi, metode, pendekatan dan teknik pembelajaran antara lainsebagai berikut:1.Strategi pembelajaran adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, yaitu: a) pemilihan materi pelajaran (guru dan siswa); b) penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok); c) cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non formal); dan d) sasaran penerima materi pelajaran (kelompok, perorangan, heterogen atau homogen)2.Pendekatan pembelajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan.3.Metode pembelajaran adalah cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misalnya mengajar dengan metode ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan terbimbing dan sebagainya.4.Teknik mengajar adalah penerapan secara khusus atau metode pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa. Misalnya teknik mengajarkanperkalian dengan penjumlahan berulang dan atau dengan teknik yang lainnya.

2)      Dasar Pertimbangan Pemilihan Model Pembelajaran

a)      Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai.

b)      Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran

c)      Pertimbangan dari sudut peserta didik atau siswa

d)     Pertimbangan lainnya yang bersifat nonteknis:

3)      Polapola Pembelajaran

Pembelajaran efektif tidak terlepas dari peranan guru, keterlibatan peserta didik, dan sumber belajar. Interaksi antara guru, peserta didik, dan sumber belajar. embelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Didasari oleh adanya perbedaan interaksi tersebut, maka kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pola pembelajaran.

4)      Ciriciri Model PembelajaranModel pembelajaran memiliki ciriciri sebagai berikut:

a)     Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu, misalnya model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif

b)     Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas, misalnya model synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.

c)     Memiliki bagianbagian model yang dinamakan: (1) urutan langkahlangkah pembelajaran (syntax), (2) adanya prinsipprinsip reaksi, (3) sistem sosial, dan (4) sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.

d)     Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi : (1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur, (2) dampak pengiring, yaitu hasil belajr jangka panjang.

e)     Membuat persipan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya

5)      Model Pembelajaran Berdasarkan Teori

a)      Model Interaksi Sosial, menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together).

b)      Model Pemrosesan Informasi,  Model ini berdasarkan teori belajar kognitif dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi.

c)      Model Personal (Personal Models), Model ini bertitik dari teori Humanistik dan juga berorientasi pada individu dan perkembangan keakuan.

d)     Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral), implementasi dari model modifikasi tingkah laku ini adalah meningkatkan ketelitian pada anak, guru selalu perhatian terhadap tingkah laku siswa, modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya rendah dengan memberi reward, sebagai reinforcement pendukung dan penerapan prinsip pembelajaran individual(individual learning) terhadap penbelajaran klasikal.

Cukup sekian mengenai laporan bacaan saya, jika terdapat kesalahan kata saya mohon maaf, karena saya bukan lah makhluk yang sempurna, saya pamit dengan mungucapkan Wassalammualaikum Warahamatulillahi Wabarakatuh.

laporan bacaan 9

 

Bismillah

Nama: Muhammad Rendi

Nim: 11901099

Makul: MAGANG 1

Tugas Laporan Bacaan

   

Assalamu’alaikum

Identitas Buku:

Buku                : Psikologi Pendidikan

Penulis             : Drs. M. Dalyono

Penerbit           : Rineka Cipta

Cetakan           : Cetakan Pertama,2013

 

Alhamdulillah, saya masih bisa diberi nikmat sehat untuk mengerjakan laporan bacaan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mingguan dari mata kuliah Magang 1. Membaca dan menulis dalam laporan merupakan bagian penting untuk mahasiswa sebagai latihan dalam menulis skripsi nantinya.

            Pada kesempatan kali ini saya memberikan hasil laporan bacaan saya dengan buku yang berjudul Psikologi Pendidikan yang dikarang oleh Drs. M. Dalyono. Terdiri dari 6 bab pembahasan sebagai berikut:

1)      Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Kejiwaan

2)      Peranan Ilmu Jiwa Pendidikan Dalam Dunia Pendidikan

3)      Teori – Teori Psikologi Belajar 

4)      Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

5)      Pembawaan dan lingkungan

6)      Ciri – Ciri Kematangan

Dari ke 6 bab pembahasan tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan laporan bacaan saya, pada bagian bab 4,5 dan 6 mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia, Pembawaan dan lingkungan dan Ciri – Ciri Kematangan.

Pada pembahasan bab 4 penulis menjelaskan bahwa terdapat Ada dua bagian kondisional pribadi manusia baik secara jasmaniah maupun secara rohaniah, yaitu (1) bagian pribadi materiil yang kuantitatif dan (2) bagian pribadi fungsional yang kualitatif. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materiil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan, sedangkan bagian pribadi fungsinal yang kualitatif mengalami perkembangan.

1.   Pertumbuhan

Peristiwa pertumbuhan pribadi manusia berawal dari peristiwa awal herediter. Secara genetis manusia terbentuk dari satu sperma dan satu telur. Keduanya mewakili sifat dari orang tuanya yang pada akhirnya akan turun kepada anaknya sebagai individu baru.

2. Perkembangan

Perkembangan pribadi diartikan sebagai perubahan kualitatif dari setiap fungsi kepribadian akibat dari pertumbuhan dan belajar. Setiap fungsi tersebut dapat mengalami perubahan.

Perkembangan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan. Kematangan pada fungsi jasmaniah sangat mempengaruhi perubahan fungsi-fungsi kejiwaan

Terdapat  Tahap-Tahap Perkembangan sebagai berikut:

Perkembangan pribadi manusia meliputi perkembangan fisiologis, perkembangan psikologis, perkembangan social dan perkembangan didaktis atau pedagogis.

Perkembangan fisiologis

    Menurut Sigmund Freud ada 6 tahap perkembangan fisiologis pada manusia yaitu (a) tahap oral (umur 0 sd sekitar 1 tahun) dimana mulut bayi merupakan daerah utama dari aktivitas dinamis manusia, (b) tahap anal (umur 1 sd 3 tahun) yaitu dorongan dan gerak individu lebih banyak terpusat pada fungsi pembuangan kotoran, (c) tahap falish (umur 3 sd 5 tahun) dimana alat-alat kelamin menjadi perhatian penting, (d) tahap latent (umur 5 sd 12/13 tahun) dimana anak belajar bersosialisasi, fungsi imajinasi, ingatan dan pikiran mulai berkembang, mulai mampu berpikir kritis, (e) tahap pubertas (umur 12/13 sd 20 tahun) dimana kelenjar-kelenjar indoktrin tumbuh pesat dan berfungsi mempercepat pertumbuhan kearah kematangan, (f) tahap genital (setelah umur 20 tahun) yaitu pertumbuhan genital merupakan dorongan penring bagi tingkah laku sesorang.

Perkembangan Psikologis

    Menurut Jean Jacques Rousseou perkembangan fungsi dan kapasitas kejiwaan manusia berlangsung dalam 5 tahap, yaitu tahap (a) perkembangan masa bayi (sejak lahir – 2 tahun) dimana perkembangan kepribadian didominasi oleh perasaan, (b) perkembangan masa kanak-kanak (2 s.d 12 tahun) dimana perkembangan pribadi anak dimulai dengan berkembangnya fungsi-fungsi indra anak untuk mengadakan pengmatan, (c) perkembangan pada masa preadolesen (umur 12 s.d 15 tahun) dimana perkembangan fungsi penalaran intelektual pada anak sangat dominan, (d) perkembangan pada masa adolesen (umur 15 s.d 20 tahun) dimana perkembangan terhadap kualitas kehidupan yang diwarnai oleh dorongan seksual yang kuat, (e) masa pematangan diri (setelah umur 20 tahun) dimana perkembangan fungsi kehendak sangat dominan.

    Pada perkembangan psikologis secara umum ada kegoncangan psikologis dialami oleh individu yaitu pada masa umur 3 atau 4 tahun dimana anak mulai menemukan “aku”-nya, dan pada masa pubertas.

    Tahap perkembangan secara pedagogis sebagai berikut:

    Tahap perkembangan pedagogis dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu dari sudut tinjauan teknis umum penyelenggaraan pendidikan dan sudut tinjauan teknis khusus perlakuan pendidikan.

    Menurut Hohn Amos Comenius, dari sudut tinjauan teknis umum penyelenggaraan pendidikan perkembangan pribadi manusia terdiri atas 5 tahap, yaitu tahap (a) tahap enam tahun pertama, yaitu tahap perkembangan penginderaan sehingga anak mampu mengenal lingkungannya, (b) enam tahun kedua, yaitu tahap perkembangan fungsi ingatan dan imajinasi individu sehingga mampu menganalisis lingkungan dengan kemampuan daya pikirnya, (c) enam tahun ketiga, yaitu perkembangan fungsi intelektual sehingga anak mampu mengevaluasi sifat-sifat serta menemuka hubungan antar variable di dalam lingkungannya, (d) enam tahun keempat, tahap perkembangan berdikari, “ self direction” dan “self controle”, (e) tahap kematangan pribadi, dimana intelek memimpin perkembangan semua aspek kepribadian menuju kematangan pribadi.

    Mengenai perkembangan pribadi dari sudut pandang tinjauan teknis khusus perlakuan pendidikan secara otomatis dapat diambil dari tinjauan pertama. Di sini tinggal memberikan perlakuan-perlakuan yangdiperlukan dalam pendidikan, seperti pemeliharaan makanan, pembiasaan untuk hidup teratur, latihan mengindra, member latihan berpikir, memupuk rasa tanggung jawab dan lain-lain.

    Di dalam bab ini juga di jelaskan secara singkat tentang teori – teori yang mempunyai pengaruh terhadap parktek-praktek pendidikan di sekolah antara lain teori nativisme, teori konvergensi, teori naturalism, teori rekapitulasi dan teori empirisme.

    Pada pembahasan bagian bab 5 penulis menjelaskan mengenai Pembawaan, Setiap individu lahir dengan membawa hereditas tertentu, ini berarti bahwa karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orang tuanya dan selebihnya dari nenek dan moyangnya. Warisan atau keturunan memiliki peranan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Para ahli meyakini bahwa hokum mendel mengenai pewarisan sifat berlaku juga untuk manusia. Warisan atau pembawaan yang terpenting adalah: Bentuk tubuh dan warna kulit Sifat – sifat.

    Lingkungan Secara fisiologis, lingkugan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu, system saraf, darah, kelenjar-kelenjer indoktrin dan lain-lain.

    Secara psikologis, lingkungan mencakup segenap stimulasi yang diterima individumulai sejak dalam konsesi kelahiran sampai matinya. Stimulasi itu misalnya berupa sifat-sifat gen, selera, keinginan, minat, emosi, perasaan, kebutuhan, kapasitas intelektual, dan lain-lain.

    Dan yang terakhir pada bab 6 penulis menjelaskan beberapa prinsip dan teori-teori perkembangan menurut para ahli. Diantaranya teori perkembangan menurut Airstoteles, Charlotte Buchler, Johan Amos Comenius, H.C Witherington dan Masrun,MA.  Khusus tentang prinsip kematangan, bahwa yang dimaksud dengan kematangan adalah kemampuan seseorang untuk berbuat sesuatu dengan cara-cara tertentu. Singkatnya ia telah memiliki intelegensi. Kecerdasan atau intelegensi seseorang member kemungkinan bergerak dan berkembang dalam bidang tertentu dalam kehidupannya.

Cukup sekian mengenai laporan bacaan saya, jika terdapat kesalahan kata saya mohon maaf, karena saya bukan lah makhluk yang sempurna, saya pamit dengan mungucapkan Wassalammualaikum Warahamatulillahi Wabarakatuh.