Bismillah
Nama: Muhammad Rendi
Nim: 11901099
Makul: MAGANG 1
Tugas Laporan Bacaan
Assalamu’alaikum
Identitas Buku:
Buku : Evaluasi Pembelajaran
Penulis : Drs. Asrul, M.Si Rusydi Ananda, M.Pd Dra. Rosnita, MA
Penerbit : Citapustaka Media
Cetakan : Cetakan kedua, September 2015
Alhamdulillah, saya masih bisa diberi nikmat sehat untuk mengerjakan laporan bacaan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mingguan dari mata kuliah Magang 1. Membaca dan menulis dalam laporan merupakan bagian penting untuk mahasiswa sebagai latihan dalam menulis skripsi nantinya.
Pada kesempatan kali ini saya memberikan hasil laporan bacaan saya dengan buku yang berjudul evaluasi pembelajaran yang disusun oleh Drs. Asrul, M.Si, Rusydi Ananda, M.Pd dan Dra. Rosnita, MA. Buku ini terdiri dari 8 Bab pembahasan yaitu:
1) HAKIKAT EVALUASI PEMBELAJARAN
2) EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 (PENILAIAN OTENTIK)
3) INSTRUMEN EVALUASI BENTUK TES
4) INSTRUMEN EVALUASI BENTUK NON-TES
5) PENILAIAN BERBASIS KELAS
6) PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK
7) ANALISIS INSTRUMEN PENILAIAN
8) PENILAIAN ACUAN PATOKAN DAN PENILAIAN ACUAN NORMA
Dari ke 8 bab pembahasan tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan laporan bacaan saya, pada bagian bab 3 dan 4 mengenai instrumen evaluasi bentuk tes dan instrument evaluasi bentuk non tes.
Pada bab 3 penulis membaginya menjadi 3 subbab pembahasan diantaranya; Pertama, tes tertulis bentuk uraian, Kedua, tes hasil belajar bentuk objektif, dan yang Ketiga, tes tindakan.
Pembahasan yang pertama mengenai tes tulisan bentuk uraian penulis mengungkapkan bahwa Tes bentuk uraian adalah tes yang pertanyaannya membutuhkan jawaban uraian, baik uraian secara bebas maupun uraian secara terbatas. Kemudian penulis membagi tes bentuk uraian ini menjadi dua bentuk yaitu uraian terbatas (restricted respons items) dan uraian bebas (extended respons items).
Selanjutnya penulis menjelaskan dalam penyusunan jenis tes bentuk uraian ada beberapa langkah yang dapat dipedomani sebagai berikut:
1) Dalam menyusun butir-butir soal tes uraian diusahakan agar soal tersebut dapat mencakup ide-ide pokok dari materi pelajaran yang telah diajarkan.
2) Untuk menghindari tumbuhnya perbuatan curang oleh tester misalnya, menyontek dan bertanya kepada tester yang lainya hendaknya sesuatu kalimat pada soal berlawanan dengan buku pelajaran.
3) Dalam menyusun butir-butir soal tes uraian hendaknya diusahakan agar pertanyaan-pertanyaan itu jangan dibuat seragam melainkan bervariasi. Contohnya: Jelaskan perbedaan antara …dengan .. dan kemukakan alasannya… mengapa..
4) Kalimat soal yang disusun hendaklah ringkas dan padat.
5) Sebelum tester mengerjakan soal hendaklah seorang tester mengemukakan cara mengerjakannya, contoh, “Jawaban soal harus ditulis di atas lembaran jawaban dan sesuai dengan urut nomor.
Selanjutnya penulis memberikan penjelasan mengenai keunggulan dan kekurangan jenis tes uraian sebagai berikut:
1) Bagi guru, menyusun tes tersebut sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
2) Si penjawab mempunyai kebebasan dalam menjawab dan mengeluarkan isi hati dan buah pikirannya.
3) Melatih mengeluarkan pikiran dalam bentuk kalimat atau bahasa yang teratur.
4) Lebih ekonomis, hemat karena tidak memerlukan kertas terlalu banyak untuk membuat soal tes, dapat didektekan atau ditulis dipapan tulis.
Sedangkan kelemahan tes uraian yakni:
1) Tidak atau kurang dapat digunakan untuk mengetes pelajaran yang luas atau banyak sehingga kurang dapat menilai isi pengetahuan siswa yang sebenarnya.
2) Kemungkinan jawaban dan keterangan sifatnya menyulitkan penjelasan pengetesan dalam mensekornya.
3) Baik buruknya tulisan dan panjang pendeknya jawaban yang sama mudah menimbulkan evaluasi dan perskoran (scorting) yang kurang objektif
Pembahasan yang kedua ialah teori hasil belajar bentuk objektif. Pada bagian ini penulis menyebutkan bahwa terdapatt beberapa jenis tes bentuk objektif, misalnya: bentuk melengkapi (completion test), pilihan ganda (multifle chois), menjodohkan (matching), bentuk pilihan benar-salah (true false). Lebih jelasnya diuraikan subagai berikut.
1) Melengkapi (Completion test).
Completion test adalah dikenal dengan istilah melengkapi atau menyempurnakan. Salah satu jenis objektif yang hampir mirip sekali dengan tes objektif fill in. Letak perbedaannya ialah pada tes objektif bentuk fill in bahan yang dites itu merupakan satu kesatuan. Sedangkan pada tes objektif bentuk completion tidak harus demikian. Dan kemudian penulis memberikan penjelasan mengenai apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan mengenai test completion.
2) Test objektif bentuk multifle choice test (pilihan berganda)
Test multifle chois, tes pilihan ganda merupakan tes objektif dimana masing-masing tes disediakan lebih dari kemungkinan jawaban, dan hanya satu dari pilihan-pilihan tersebut yang benar atau yang paling benar.
3) Test objektif bentuk matching (menjodohkan)
Test bentuk ini sering dikenal dengan istilah tes menjodohkan, tes mencari pandangan, tes menyesuaikan, tes mencocokkan.
4) Test objektif bentuk fill in (isian)
Test objektif bentuk fill in ini biasanya berbentuk cerita atau karangan.
5) Test objektif bentuk True False (benar salah)
Test ini juga sering dikenal dengan tes objektif bentuk “Ya-Tidak”
Pada pembahasan yang ketiga mengenai Tes Tindakan (Performance Test) penulis menjelaskan bahwa Tes tindakan adalah tes yang menuntut jawaban peserta didik dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan di bawah pengawasan penguji yang akan mengobservasi penampilannya dan membuat keputusan tentang kualitas hasil belajar yang dihasilkannya atau ditampikannya. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan unjuk kerja. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Pada bab 4 penulis membagi 7 subbab yang akan dibahas, diantaranya; Pertama, Daftar Cek, Kedua, Skala Rentang, Ketiga, Penilaian Sikap, Keempat, Penilaian Proyek, Kelima, Penilaian Produk, Keenam, Penilaian Portofolio , dan Ketujuh Penilaian Diri.
1) Daftar cek
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya - tidak). Penulis mengungkapkan terdapat kelemahan dalam menggunakan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati[1]tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. Berikut contoh daftar cek
2) Skala Rentang
Penilaian yang dilakukan dalam skala rentang tertentu, dalam pemberian nilai secara kontinuum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua.
3) Penilaian Sikap
Penulis menyatakan bahwa dalam Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.
4) Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
5) Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut.
6) Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.
7) Penilaian Diri
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian, di mana subjek yang ingin dinilai diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan, status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu.
Cukup sekian mengenai laporan bacaan saya, jika terdapat kesalahan kata saya mohon maaf, karena saya bukan lah makhluk yang sempurna, saya pamit dengan mungucapkan Wassalammualaikum Warahamatulillahi Wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar