Bismillah
Nama: Muhammad Rendi
Nim: 11901099
Makul: MAGANG 1
Tugas Laporan Bacaan
Assalamu’alaikum
Identitas Buku:
Buku : Evaluasi Pembelajaran
Penulis : Kadek Ayu Astiti S.Pd, M.Pd.
Penerbit : Andy (Anggota IKAPI)
Cetakan : Ed 1- Yogyakarta
Alhamdulillah, saya masih bisa diberi nikmat sehat untuk mengerjakan laporan bacaan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mingguan dari mata kuliah Magang 1. Membaca dan menulis dalam laporan merupakan bagian penting untuk mahasiswa sebagai latihan dalam menulis skripsi nantinya.
Buku yang dilaporkan adalah buku yang berjudul Evaluasi Pembelajaran yang di tulis oleh Kadek Ayu Astiti. Buku ini pada Bab 1 menjelaskan tentang Hakikat Penilaian Hasil Belajar. Laporan bacaan yang saya tulis ini merupakan salah satu kompenen penting dalam pembajaran. Buku ini membahas berbagai macam pembahasan salah satunya yang akan saya tulis hari ini menganai hakikat penilaian hasil belajar. Materi tersebut akan saya sampaikan melalui laporan bacaan yang akan di upload di blog pribadi saya sebagai pemnuhan tugas laporan bacaan perminggunya pada mata kuliah Magang 1 (satu).
Pada buku evaluasi pembelajaran, bagian bab 1 tentang hakikat penilian hasil belajar, meteri yang dibahas pada bagian ini adalah 1) pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi, 2) prinsip penilaian hasil belajar kemudiaan jenis penilaian hasil belajar.
Pada bab 1 bagian pertama, menjelaskan pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi. Dalam bidang evaluasi pendidikan terdapat beberapa istilah diantaranta pengukuran, penilaian dan evaluasi. Ketiga isilah ini, tidak sama, namun merupakan suatu hierarki yang menunjukan bahwa setiap kegiatan evaluasi melibatkan pengukuran dan penelitian. Menurut pendapat Arikunto, S (1987) mengenai pengertian Pengukuran adalah proses membandingkan sesuatu dengan satu ukuran tertentu, atau dapat juga dikatakan bahwa pengukuran adalah proses pemberian angka kepada suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh orang atau ibjek tertentu yang dimiliki oleh orang atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Arikunto juga memberikan salah satu contoh mengenai pengukuran yaitu Hasil pengukuran biasanya bersifat kuantatif dalam bentuk angka-angka, misalnya salah satu pengukuran yaitu pemberian ulangan harian kepada siswa. Berdasarkan jawaban yang terlah dibuat siswa, diperoleh nilai masing-masing siswa diantaranya, Andi 70, Yoga 80, Agus 85 dan lain-lain. Nilai tersebut merupakan hasil dari pengukuran melalui ulangan harian yang dilakukakn siswa.
Selanjutnya pada buku ini menjelaskan pengertian penilaian atau yang disebut dengan assessment adalah proses penentuan kualitas suatu objek dengan membandingkan antara hasil ukur dengan standar penilian tertentu atau dapat juga dikatakan sebagai suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu, misalnya berdasarkan hasil pengukuran yang telah diperoleh, maka dapat dilakukan penilian yakni siswa yang mendapatkan nilai 80 dikategorikan baik. Buku ini juga mengutip pendapat Harlen dalam bukunya yang bejudul Assessment & Inquiry Based Science Education : Issues in Policy and Practice yang menyatakan “Assessment is used to refer to judgements on individual student performance and achievement of learning goals.”
Selanjutnnya pengertian evaluasi pada buku ini mengatakan evaluasi itu merupakan kegiatan indentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, serta dapat pula digunakan untuk melihat tingkat efesiensi pelaksanaannya. Penulis juga mengatakan evaluasi ini berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Penulis juga memasukan pendapat Gronlund (dalam Sukiman 2012) “ evaluation is the systematic process of collecting, analyzing and interpreting information to determine the extent to which pupils are achieving instructional objectives” ( evaluasi adalah proses yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpresentasikan informasi untuk menentukan tingkat penguasaan peserta terhadap tujuan pembelajaran).
Penulis juga menulis tentang tujuan melakukan penilian antara lain:
1) Menulis proses pembelajaran
Pada bagian ini penulis mengatakan bahwa penilian ini meliputi penilian terhadap kemampuan siswa dan perkembangan penilian kelas. Penilian terhadap kemampuan siswa dilakukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran yang dilakukan. Sedangkan perkembang penilian kelas dilakukan untuk menerapkan penilian yangberkualitas serta menindaklanjuti setiap informasi yang diperoleh dari penilaian tersebut secara efisien.
2) Penilian untuk mengatahui prestasi individu
Pada bagian ini penulis mengatakan bahwa penilian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan siswa. Melalui penilaian ini guru mengetahui sejauh mana siswa mampu menerima pembelajaran yang teelah diberikan, serta sejauh mana prestasi siswa.
3) Penilian untuk evaluasi program
Penulis mengatakan bahwa penilaian juga bisa dapat digunakan sebagai bahan dalam evaluasi program pembelajaran yang dilakukan. Bagus tidaknya hasil penilaian mampu mencerminkan keberhasilan program yag dibuat.
4) Refleksi tujuan penilaian
Penulis mengatakan hasil penilaian dapat digunakan sebagai hasil refleksi dari tujuan penilaian dilakukan. Mampu tidaknya suatu penilaian dalam mengukur tujuan penilian yang diharapkan dapat dilihat dari hasil penilaian itu sendiri.
Selanjutnya pada prinsip penilaian hasil berlajar penulis mengatakan bahwa asesmen dilakukan secara autentik yakni penilian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran yang meliputi ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penulis menyebutkan beberapa prinsip-prinsip dalam penilain hasil belajar siswa yang dilakukan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai berikut:
1) Objektif, berarti penilaian berbasis pada standard dan tidak dipengaruhi faktor subjekivitas penilai. Penilaian berdasarkan standar maksudnya adalah penilaian yang dilakukan memiliki prosedur dan kriteria yang jelas.
2) Terpadu, berarti penilian yang dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran dan berkesinambungan
3) Ekonomis, berarti penilian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.
4) Transparan, berarti dapat di akses oleh semua pihak
5) Akuntabel, berarti penilian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak sekolah baik internal maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur dan hasil.
6) Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru
7) Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah
8) Menyeluruh, berarti penilain dilakukan secara menyeluruh mencangkup seluruh aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
9) Berkesinambungan, berari penilaian dialakukan hendaknya secara kontinu. Bertujuan agar penilian memperoleh kepastian dalam mengevaluasi.
10) Adil yakni penllaian tidak menguntungkan dan merugikan karena berkebutuhan khusus.
11) Valid, data yang diperoleh hendaknya bersifat valid yang dibuktikan dengan hasil uji
12) Beracuan kriteria, berarti penilaian yang dilakukan didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
Selanjutnya penulis membahas mengenai jenis penilaian hasil belajar. jenis penilaian hasil belajar merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Jenis penilaian hasil belajar digolongkan kedalam dua jenis yaitu penilaian formatif dan penilian sumatif.
Penilaian formatif adalah penilaian yang memberikan informasi diagnostic tentang tingkat pencapaian siswa dianggap sebagai penilaian formatif. Tujuannya untuk mengindetifikasi pemahaman dan kelemahan siswa dalam konten yang sedang dipelajari di kelas. Sedangkan penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu. Di dalam penilaian sumatif mencakup lebih dari satu pokok bahasan yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pembelajaran ke unit pembelajaran berikutnya.
Cukup sekian laporan bacaan yang telah saya buat jika terdapat kesalahan penulisan harap dimaklumi karena manusia tidak luput dari kesalahan. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar