Senin, 12 Juli 2021

laporan bacaan 7

 

Bismillah

Nama: Muhammad Rendi

Nim: 11901099

Makul: MAGANG 1

Tugas Laporan Bacaan

   

Assalamu’alaikum

Identitas Buku:

Buku                : Evaluasi Pembelajaran

Penulis              : Drs. Asrul, M.Si Rusydi Ananda, M.Pd Dra. Rosnita, MA

Penerbit            : Citapustaka Media

Cetakan           : Cetakan kedua, September 2015

 

Alhamdulillah, saya masih bisa diberi nikmat sehat untuk mengerjakan laporan bacaan ini. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mingguan dari mata kuliah Magang 1. Membaca dan menulis dalam laporan merupakan bagian penting untuk mahasiswa sebagai latihan dalam menulis skripsi nantinya.

            Pada kesempatan kali ini saya memberikan hasil laporan bacaan saya dengan buku yang berjudul evaluasi pembelajaran yang disusun oleh Drs. Asrul, M.Si, Rusydi Ananda, M.Pd dan Dra. Rosnita, MA. Buku ini terdiri dari 8 Bab pembahasan yaitu:

1)      HAKIKAT EVALUASI PEMBELAJARAN

2)      EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 (PENILAIAN OTENTIK)

3)      INSTRUMEN EVALUASI BENTUK TES

4)      INSTRUMEN EVALUASI BENTUK NON-TES

5)      PENILAIAN BERBASIS KELAS

6)      PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK

7)      ANALISIS INSTRUMEN PENILAIAN

8)      PENILAIAN ACUAN PATOKAN DAN PENILAIAN ACUAN NORMA

Dari ke 8 bab pembahasan tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan laporan bacaan saya, pada bagian bab 7 dan 8 mengenai analisis instrumen penilaian dan penilaian acuan patokan dan penilaian acuan norma.

             Pada bab 7 penulis membagi pokok pembahasan menjadi 5 yang meliputi; Analisis Logis/Rasional, Analisis Empirik, Taraf Kesukaran dan Daya Pembeda

Analisis logis/rasional meliputi ranah materi, ranah konstruksi dan ranah bahasa. Analisis materi dimaksudkan sebagai penelaahan yang berkaitan dengan substansi keilmuan yang ditanyakan dalam soal serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan soal. analisis konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

analisis empirik meliputi seperti validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda tes. Validitas tes pada dasarnya berkaitan dengan ketepatan dan kesesuaian antara tes sebagai alat ukur dengan objek yang diukur. Reliabilitas adalah instrumen yang hasil pengukurannya dapat dipecaya. Penulis juga memberikan pengathuan bagaimana cara menentukan reliabilitas. Sedangkan tarap kesukaran adalah tingkat kesulitan soal. Dan daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah).

Selanjutnya pada bab 8 penulis membagi pokok pembehasan menjadi 3 yang meliputi: Penilaian Acuan Patokan,  Penilaian Acuan Norma dan Pengolahan Tes Acuan Norma

1)      Penilaian Acuan Patokan

Penilaian acuan patokan (PAP) atau dikenal dengan istilah Criterion Referenced Test adalah penilaian acuan patokan adalah penilaian yang mengacu kepada kriteria pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya (Slameto, 1988). Tujuan PAP adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. Penilaian acuan patokan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar, sebab peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang telah ditentukan dan hasil belajar peserta didik dapat diketahui derajat pencapainya,

Kemudian penulis mencantumkan pendapat para ahli mengenai cara untuk mencapai tujuan PAP dalam hal ini Davies (1991) menjelaskan tiga syarat yang harus dipenuhi:

a)      Tepat.

b)      Efektif.

c)      Praktis

 

 

2)      Penilaian Acuan Norma

Penilaian acuan norma (PAN) atau dikenal dengan istilah Norm Referenced Test adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok. Nilai-nilai yang diperoleh peserta didik diperbandingkan dengan nilai-nilai peserta didik lainnya yang termasuk di dalam kelompoknya. Kemudian terdapat rumus-rumus. Pengolahan nilai dengan cara PAN dapat dilakukan dengan statistik. Dalam hubungan ini, penentuan norma kelompok besarnya prestasi kelompok yang merupakan acuan penilaian seperti terlihat dalam perumusan tentang PAN yang menggunakan tendensi central seperti rata-rata hitung (mean), median, modus, percentile dan lain-lain.

Penilaian dengan acuan norma dapat digunakan apabila guru menghadapi kurikulum yang bersifat dinamis, artiya materi ajar yang dikembangkan selalu berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan kekinian, sehingga pendidik mengalami kesulitan tersendiri menetapkan kriteria “benar” dan “salah” secara kaku. Tujuan pembelajaran biasanya tidak ditekankan untuk penguasaan materinatau keterampilan tertentu, melainkan untuk mengembangkan kreativitas individual, kemampuan apresiasi, serta kemampuan berkompetensi antara sesama peserta didik. Dengan demikian pengukuran hasil belajar ini dapat memberi informasi bagaimana kemampuan rata-rata kelompoknya.

3)      Pengolahan Tes Acuan Norma

Berbeda halnya dengan PAP yang dikaji adalah masalah sampling materi tes, dan penetapan tinggi rendahnya patokan yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilan, maka dalam PAN adalah pengolahan data statistiknya. Standar yang digunakan dalam PAN adlah skor rata[1]rata kelompok yang mengikuti tes, sehingga penentuannya dilakukan dengan mengolah data secara empirik. Pendidik tidak dapat menetapkan patokan terlebih dahulu seperti pada PAP.

Kemudian penulis memberikan Langkah-langkah yang ditempuh untuk mengolah nilai dengan menggunakan PAN sebagai berikut: (1) memberi skor mentah, (2) mencari nilai rata-rata kelompok, (3) mencari nilai simpangan baku, (4) menentukan pedoman konversi, dan (5) menentukan nilai peserta didik.

Cukup sekian mengenai laporan bacaan saya, jika terdapat kesalahan kata saya mohon maaf, karena saya bukan lah makhluk yang sempurna, saya pamit dengan mungucapkan Wassalammualaikum Warahamatulillahi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar